Berlangganan
Artikel-Artikel disini
Jadikan artikel ini
favorit kamu!
Jika ada pertanyaan?
Mari kita bahas bersama!

Sea Games

Sea Games Jakabaring Palembang... [ Baca Selengkapnya ]

Kejuaraan Menembak

Kejuaraan penembak jitu ... [ Baca Selengkapnya ]

Gerbang Pemda Way Kanan

Gerbang Pemda Way Kanan di Blambangan Umpu.. [ Baca Selengkapnya ]

Tugu Perahu - Baradatu Way Kanan

Tugu Perahu di Baradatu - Way Kanan... [ Baca Selengkapnya ]

Siswa TKJ Praktek

Siswa/i Teknik Komputer dan Jaringan sedang mendemonstrasikan tentang bagaimana merakit komputer... [ Baca Selengkapnya ]

Tampilkan postingan dengan label Otomotif. Tampilkan semua postingan

Minggu, 20 November 2011

Tips and Tricks Jitu Cara Pintar Hemat BBM

0 komentar
 
Sebelum rapat kenaikan kelas di sekolah, iseng-iseng buka koran PR. Disitu ada artikel menarik yang menjelaskan mengenai Cara Menghemat BBM, terdapat 2 cara: Pertama, menggunakan air (hanya air) bisa dipakai hingga kecepatan 40KM/Jam tapi resikonya boros aki (6 Bulan pemakaian). Kedua, menggabungkan bahan bakar (Bensin/Solar) dengan Air. Perbandingannya 1 liter Bensin/Solar dengan 1 liter Air.
Penasaran,, setelah sampai dikozn langsung OL karena masih penasaran bagaimana caranya? Searching ke Om Google ternyata akhirnya nihil... Yang ada, saya dapatkan hanya artikel mengenai cara pintar hemat BBM (http://bima.ipb.ac.id). Secara ringkas untuk Tips and Triks jitu cara pintar hemat BBM terdapat 8 Tips and Tricks:
  1. Jangan memanaskan kendaraan terlalu lama.
  2. Jika ingin melajukan kendaraan lebih cepat, pindahkan ke gigi paling tinggi (Hemat 5-10%).
  3. Jika terpaksa menancap gas lebih tinggi, usahakan jangan melebihi 80%.
  4. Pada jalan lurus, gunakan gigi yang paling tinggi.
  5. Kendarai kendaraan dengan kecepatan konstan 70 KM/jam, jangan terlalu sering menekan gas dan rem tiba-tiba.
  6. Saat memperlambat, gunakan engine break. Jangan menggunakan REM, caranya turunkan gas secara perlahan.
  7. Menggunakan deflektor udara.
  8. Gunakan onderdil asli dan rawat secara rutin.
Read More →

Gaya Nyetir Pengaruhi Konsumsi BBM

0 komentar

Kemacetan lalu lintas di kota Jakarta, tak hanya menghabiskan tenaga dan kesabaran kita, tetapi juga menghabiskan energi alias BBM. Selain faktor teknis mesin, pemborosan BBM juga sangat tergantung pada cara kita mengemudi.

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk menghemat pemakaian BBM, tak hanya untuk pengemudi di Jakarta, tetapi dimanapun.

1. Jangan injak pedal gas secara tiba-tiba
Sebaiknya Anda menginjak pedal gas dengan stabil dan bertahap. Jika pedal gas diinjak secara tiba-tiba, otomatis bahan bakar yang akan dihisap ke ruang bakar juga semakin banyak. Sementara, pada saat itu putaran mesin masih rendah. Akibatnya tidak semua bahan bakar yang masuk ke ruang mesin terbakar. Ini yang disebut dengan pemborosan. Karena, bahan bakar yang masuk tidak keluar dalam bentuk tenaga, tetapi ikut terbuang lewat knalpot.

2. Mengemudilah dengan smooth
Selain menginjak pedal gas dengan stabil, sebaiknya kurangi juga frekwensi pengereman. Saat menghadapi lampu merah tidak perlu menggeber gas, biarkan mobil meluncur kerena harus berhenti. Kurangi frekwensi menggeber gas lalu mengerem. Tindakan ini merupakan langkah pembuangan energi yang sia-sia.

3. Manfaatkan Engine Brake
Saat meluncur atau menurun, persneling jangan diposisikan pada neutral. Selain berbahaya, efek engine brake terbukti lebih menghemat BBM daripada mesin pada posisi stasioner.

4. Kenali RPM Mesin
Salah satu cara membuat konsumsi BBM yang efisien adalah melakukan pergantian gigi (transmisi) yang tepat, yaitu pada saat mesin mencapai torsi maksimum (momen maksimum).

Pemindahan gigi ketika mobil tengah membutuhkan torsi (daya dorong) yang besar, sebaiknya dilakukan dengan memperhatikan keterangan mengenai moment maximum (torsi maximum) masing-masing mobil (biasanya dalam satuan kgm/rpm). Apabila kendaraan sudah bergerak (tidak memerlukan daya dorong), paling efisien bila melaju dengan RPM di antara 2.500 s/d 3.500 dan dengan gigi tertinggi.

Contoh, data teknis pada manual book tertulis torque maximum: 200Nm/3.750rpm. Ini berarti momen tertinggi sebesar 200Nm terjadi pada saat mesin berputar sebanyak 3.750 per menit. Pada contoh ini, berarti sebaiknya kita melakukan perpindahan gigi ketika rpm menunjukkan kisaran angka 3.750. Angka RPM dapat dilihat di tachometer yang berada pada dashboard mobil.

Angka RPM di tachometer amat penting diperhatikan. Untuk mengefektifkan konsumsi BBM, saat melaju di jalan pertahankanlah putaran mesin pada kisaran torsi maksimum tersebut. Karena, pada saat itulah suplai BBM sangat sesuai dengan output yang dihasilkan mesin.

Satu kebiasaan yang seringkali dilupakan pengendara adalah tidak segera menyesuaikan gigi persneling setelah kecepatan menurun (deselerasi). Setelah berlari kencang lalu tiba-tiba mengerem mendadak, sebaiknya juga mengoper gigi perseneling ke posisi lebih rendah.

5. Ukur HC dan CO
Boros atau tidaknya konsumsi bahan bakar juga ditentukan oleh komponen-komponen mesin. Komponen mesin yang sudah banyak mengalami keausan / kerusakan bisa menyebabkan proses pembakaran tidak sempurna. Untuk mendeteksinya, periksa emisi gas buang. Apabila hasil pemeriksaan menunjukkan nilai HC (hidrokarbon) dan CO (karbonmonoksida) terlalu tinggi, ini pertanda pembakaran di ruang bakar tidak sempurna (banyak bahan bakar terbuang percuma).

6. Beban dan Penggerak
Faktor lain yang menentukan konsumsi bahan bakar adalah beban dan penggerak (pendorong kendaraan). Semakin berat beban yang harus diangkut, konsumsinya juga akan semakin besar. Yang dimaksud penggerak diantaranya: kopling, bearing (roda), kopel (propeler shaft), as roda, dan roda.

Bila komponen-komponen ini aus atau rusak, akan menyebabkan hilangnya tenaga yang dihasilkan oleh mesin untuk mendorong mobil melaju. Sementara, konsumsi bahan bakarnya tetap besar. Terkait dengan roda, penggunaan ban dan velg besar, termasuk juga faktor yang mempengaruhi konsumsi bbm.

Hal lain yang perlu diperhatikan adalah masalah perawatan kendaraan. Jangan memanaskan mobil terlalu lama, maksimum 2 menit saja. Warming-up mesin selama 30 menit, sama artinya dengan terjebak macet selama 30 menit juga.Mintalah bengkel melakukan setting timing yang tepat sesuai dengan jenis bahan bakar yang dipakai. Titik pengapian terlalu maju atau mundur mengakibatkan boros BBM. Selain itu, rajinlah membersihkan saringan udara (bisa dilakukan sendiri) per 2.500 km atau tergantung kondisi. Selamat mencoba. (manualbookmobil.com/mla)
Read More →

Sabtu, 19 November 2011

Daftar Harga Avanza 2012 Model Terbaru Harga All New Avanza 2012.

0 komentar





FOTO AVANZA 2012 NEW SERIES (SPESIFIKASI)
PT Toyota Astra Motor (TAM) malam ini secara resmi meluncurkan generasi terbaru dari MPV andalannya, All New Avanza. Mobil sejuta umat Avanza ini, rencananya akan dilepas ke pasar dengan harga Rp144 juta (varian terendah), sampai Rp180 juta (varian tertinggi). Lihat Spesifikasi Avanza 2012 All New Avanza Mobil Toyota Model Terbaru 

All New Avanza 2012 hadir dengan tiga pilihan tipe, yakni E, G, dan S dengan transmisi manual serta otomatis. Untuk tipe 1.3 E M/T kini dilepas dengan harga Rp144 juta, naik Rp7,9 juta dari harga sebelumnya yakni Rp136,1 juta. Sedangkan versi matiknya tipe E dihargai Rp158 juta atau naik Rp6,5 juta dari harga sebelumnya yaitu Rp151,5 juta.

Untuk tipe menengah yaitu Avanza 1.3 G M/T dibanderol dengan harga Rp158 juta atau naik Rp6,45 juta. Dan versi otomatisnya dihargai Rp168,6 juta atau naik Rp6,6 juta dari versi sebelumnya. Sementara Avanza 1.5 G M/T dilepas dengan Rp165,5 juta.

Di tipe tertinggi Avanza, yang sekarang disebut Veloz, memiliki kisaran harga Rp170 juta untuk 1.5 S M/T, dan Rp180 juta untuk 1.5 S A/T. http://besteasyseo.blogspot.com/

Toyota Avanza memang laris manis di pasar otomotif tanah air. Mobil jenis MPV ini dinilai menjadi solusi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan mobil irit, handal, dan harga terjangkau. Tercatat sejak Januari 2004-Oktober 2011, Avanza menorehkan penjualan sebanyak 681.035 unit.

Perubahan total terlihat jelas dari model terbaru Avanza. Dari sisi eksterior, perubahan terjadi pada grill depan yang dibalut chrome segaris, dan tampilan lampu serta bumper depan yang lebih futuristik jika dibandingkan dengan versi lama.

Untuk bagian buritan, desain lampu belakang sengaja dibuat lebih melengkung ke dalam, ditambah rear spoiler. Tidah hanya itu, desain kaca spion juga dibuat lebih sporty, dengan tambahan lampu turning signal yang melancip. Sehingga memungkinkan pemakai kendaraan dari arah berlawanan akan lebih mudah melihat ketika mobil akan berbelok arah.

Beralih kebagian interior, kesan mewah dan nyaman lebih terlihat di varian terbaru ini. Fitur baru yang ditawarkan adalah pengatur posisi ketinggian setir (tilt steering) serta desain kemudi yang lebih sporty dan menyerupai Corolla Altis, lengkap dengan tombol multifungsi di sebelah kiri.

All New Avanza juga dilengkapi fitur antilock braking system (ABS) dan electronic brakeforce distribution (EBD).

Sayangnya, perubahan ini tidak menjalar ke sektor mesin. PT Toyota Astra Motor masih memanfaatkan mesin 1.300 cc dan 1.500 cc 16V, DOHC, VVT-i bensin pada MPV All New Avanza. Sejak kolaborasi awal dengan Daihatsu, memang Avanza menyasar kelas 1.300 cc ke atas. Sedangkan kembarannya, Xenia, bermain di kelas 1.000 cc. vivanews.com
Read More →

Rabu, 09 November 2011

Standar Emisi Gas Buang

2 komentar
Pada umumnya kendaraan (mobil berbahan bakar bensin) dapat dibagi 3 kategori:

  1. System Carburator (Carb)
  2. System Elektronic Fuel Injection (EFI)
  3. System Catalyst (Cat)

Dibawah ini adalah emisi gas buang standard EURO:

Emisi CO (Carbon monoxide)

Mesin Carb 1,5- 3,5 %

EFI 0,5- 1,5 %

Cat 0,0- 0,2 %

Catatan: CO makin kecil, bensin makin irit.

CO mengenai campuran bensin dengan udara.

Emisi HC (Hydro carbon)

Mesin Carb 200 - 400 % ppm

EFI 50- 200 % ppm

Cat 0 - 50 % ppm

Catatan : HC makin kecil , pembakaran makin sempurna.

HC mengenai proses pembakaran yg menyisakan lebih atau sedikit bahan bakar mentah (gas yg tdk terbakar setelah gagal pengapian) yg terbuang.

Emisi CO2 (Carbondioxide)

Mesin Carb 12 - 15 %

EFI 12 - 16 %

Cat 12 - 17 %

Catatan : CO2 makin tinggi, semakin sempurna pembakaran, makin bagus akselerasinya.

CO2 mengenai efisiensi pembakaran & kinerja mesin.

Kalau kadar CO2 rendah menandakan kerak di blok mesin sdh pekat, kudu overhaul engine.

Ingat rumus kimia : C2H18 (bensin) + O2 (udara) >>> CO2 (gas lemas) + H2O (air)

Indikasi knalpot mengeluarkan air, itu berarti kinerja mesin & pembakarannya masih baik.

Emisi O2 (Oxygen)

Mesin Carb 0,5 - 2 %

EFI 0,5 - 2 %

Cat 0 %

Catatan : O2 makin tinggi menandakan knalpot ada masalah, baik itu bocor atau mampet.

O2 mengenai gas buang yg mengindikasikan pembakaran miskin (lean combustion) atau sebaliknya.

Standard Indonesia (sumber pemprov DKI 2006):

Mesin Carb Max CO 3,5 %

Max HC 800 % ppm

Mesin EFI Max CO 2,5 %

Max HC 500 % ppm

Kalau standard EURO diterapkan maka kemungkinan besar hanya 20 %
Read More →

Emisi Gas Buang

0 komentar
Sumber : Wikipedia

Emisi gas buang adalah sisa hasil pembakaran bahan bakar didalam mesin pembakaran dalam, mesin pembakaran luar, mesin jet yang dikeluarkan melalui sistem pembuangan mesin.

Sebagian dari gas buang yang dikeluarkan beracun, dan sebagian besar berupa gas rumah kaca yang pada gilirannya mengakibatkan pemanasan global, untuk itu berbagai strategi dilakukan:

Pengetatan standar emisi gas buang melalui tehnologi.
Kebijakan fiskal
Pajak kendaraan
Pajak bahan bakar
Insentif fiskal untuk alat yang ramah lingkungan
Peningkatan kelancaran lalu lintas
Pembatasan lalu lintas
Sistem lalu lintas pintar /Intelligent Transport System
Peningkatan kapasitas infrastruktur
Peningkatan kualitas bahan bakar
Optimasi kualitas bahan bakar
Pengembangan bahan bakar nabati
Pengembangan bahan bakar alternatif
Hidrogen
Listrik

Karbon monoksida, rumus kimia CO, adalah gas yang tak berwarna, tak berbau, dan tak berasa. Ia terdiri dari satu atom karbon yang secara kovalen berikatan dengan satu atom oksigen. Dalam ikatan ini, terdapat dua ikatan kovalen dan satu ikatan kovalen koordinasi antara atom karbon dan oksigen.

Karbon monoksida dihasilkan dari pembakaran tak sempurna dari senyawa karbon, sering terjadi pada mesin pembakaran dalam. Karbon monoksida terbentuk apabila terdapat kekurangan oksigen dalam proses pembakaran. Karbon dioksida mudah terbakar dan menghasilkan lidah api berwarna biru, menghasilkan karbon dioksida. Walaupun ia bersifat racun, CO memainkan peran yang penting dalam teknologi modern, yakni merupakan prekursor banyak senyawa karbon.

Karbon monoksida merupakan senyawa yang sangat penting, sehingga banyak metode yang telah dikembangkan untuk produksinya.

Gas produser dibentuk dari pembakaran karbon di oksigen pada temperatur tinggi ketika terdapat karbon yang berlebih. Dalam sebuah oven, udara dialirkan melalui kokas. CO2 yang pertama kali dihasilkan akan mengalami kesetimbangan dengan karbon panas, menghasilkan CO. Reaksi O2 dengan karbon membentuk CO disebut sebagai kesetimbangan Boudouard. Di atas 800°C, CO adalah produk yang predominan:

O2 + 2 C → 2 CO

ΔH = -221 kJ/mol

Kerugian dari metode ini adalah apabila dilakukan dengan udara, ia akan menyisakan campuran yang terdiri dari nitrogen.

Gas sintetik atau gas air diproduksi via reaksi endotermik uap air dan karbon:

H2O + C → H2 + CO

ΔH = 131 kJ/mol

CO juga merupakan hasil sampingan dari reduksi bijih logam oksida dengan karbon:

MO + C → M + CO

ΔH = 131 kJ/mol

Oleh karena CO adalah gas, proses reduksi dapat dipercepat dengan memanaskannya. Diagram Ellingham menunjukkan bahwa pembentukan CO lebih difavoritkan daripada CO2 pada temperatur tinggi.

CO adalah anhidrida dari asam format. Oleh karena itu, adalah praktis untuk menghasilkan CO dari dehidrasi asam format. Produksi CO dalam skala laboratorium lainnya adalah dengan pemanasan campuran bubuk seng dan kalsium karbonat.

Zn + CaCO3 → ZnO + CaO + CO

Metode laboratorium lainnya adalah dengan mereaksikan sukrosa dengan natrium hidroksida dalam sistem tertutup.

Molekul CO memiliki panjang ikat 0,1128 nm.[2] Perbedaan muatan formal dan elektronegativitas saling meniadakan, sehingga terdapat momen dipol yang kecil dengan kutub negatif di atom karbon[3] walaupun oksigen memiliki elektronegativitas yang lebih besar. Alasannya adalah orbital molekul yang terpenuhi paling tinggi memiliki energi yang lebih dekat dengan orbital p karbon, yang berarti bahwa terdapat rapatan elektron yang lebih besar dekat karbon. Selain itu, elektronegativitas karbon yang lebih rendah menghasilkan awan elektron yang lebih baur, sehingga menambah momen dipol. Ini juga merupakan alasan mengapa kebanyakan reaksi kimia yang melibatkan karbon monoksida terjadi pada atom karbon, dan bukannya pada atom oksigen.
Read More →